Ada tiga unsur yang terdapat dalam tema diatas yaitu unsur etika, Islam dan ilmu pengetahuan komunikasi. Ketiga komponen ini memiliki basis yang sama yaitu subjektivitas. Dan dalam tataran subjektivitas inilah logika manusia dapat menemukan sarangnya. Disini saya hanya membahas tentang dua hal yaitu etika dan Islam. Ilmu komunikasi tidak dapat saya bahas secara panjang lebar karena akan tidak relevan, sebab objek material ilmu komunikasi adalah manusia. Dan subjeknya juga tentu manusia, bukan mesin atau angka-angka positivisme. Artinya ilmu komunikasi adalah permasalahan antara sesama ciptaan.
Saya yakin logika objektif yang utopis dan kering manapun tidak akan mungkin membongkarnya. Dan itulah fungsi adanya rukun iman. Tanpa kepercayaan terhadap sesuatu, tidak mungkin kita dapat hidup. Dalam buku Krisis Manusia Modern yang saya lupa pengarang serta tahunnya, dikatakan bahwa bukankah untuk dapat bermain catur – yang kata orang permainan paling objektif-rasional – kita harus mengimani dulu aturan main ? Setelah itu barulah kita bisa berimprovisasi dalam melakukan langkah-langkah strategis. Dan untuk membuat suatu penelitian ilmiah, bukankah kita juga harus mengimani dulu metode penelitian?
Dan saya tidak percaya bahwa tujuan diskursus ini bukan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang saya percaya adalah kebenaran mutlak itu ada, tetapi kebenaran mutlak itu tidak bisa selalu digeneralisir.
Download Full Artikel Klik Disini